Para wali Allah dikenal banyak memiliki karomah. Di Indonesia wali songo
merupakan wali yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Cerita-cerita
karomah dan kesaktian mereka banyak beredar di Indoensia. Wajar saja
jika wali dikaruniai kelebihan karena tugas mereka sangatlah berat yakni
membina umat, menjaga Islam dan sebagai "paku bumi" agar bumi tetap
memiliki keseimbangan hidup.
Syaikhul Akbar Ibnu Araby dalam
kitab Futuhatul Makkiyah membuat klasifikasi tingkatan wali dan
kedudukannya. Jumlah mereka sangat banyak, ada yang terbatas dan yang
tidak terbatas. Sedikitnya terdapat 9 tingkatan, secara garis besar
dapat diringkas sebagai berikut :
Wali Aqthab atau Wali Quthub
Wali
yang sangat paripurna. Ia memimpin dan menguasai wali diseluruh alam
semesta. Jumlahnya hanya seorang setiap masa. Jika wali ini wafat, maka
Wali Quthub lainnya yang menggantikan.
Wali Aimmah
Pembantu
Wali Quthub. Posisi mereka menggantikan Wali Quthub jika wafat.
Jumlahnya dua orang dalam setiap masa. Seorang bernama Abdur Robbi,
bertugas menyaksikan alam malakut. Dan lainnya bernama Abdul Malik,
bertugas menyaksikan alam malaikat.
Wali Autad
Jumlahnya
empat orang. Berada di empat wilayah penjuru mata angin, yang
masing-masing menguasai wilayahnya. Pusat wilayah berada di Kakbah.
Kadang dalam Wali Autad terdapat juga wanita. Mereka bergelar Abdul
Haiyi, Abdul Alim, Abdul Qadir dan Abdu Murid.
Wali Abdal
Abdal
berarti pengganti. Dinamakan demikian karena jika meninggal di suatu
tempat, mereka menunjuk penggantinya. Jumlah Wali Abdal sebanyak tujuh
orang, yang menguasai ketujuh iklim. Pengarang kitab Futuhatul Makkiyah
dan Fushus Hikam yang terkenal itu, mengaku pernah melihat dan bergaul
baik dengan ke tujuh Wali Abdal di Makkatul Mukarramah.
Pada tahun
586 di Spanyol, Ibnu Arabi bertemu Wali Abdal bernama Musa al-Baidarani.
Abdul Madjid bin Salamah sahabat Ibnu Arabi pernah bertemu Wali Abdal
bernama Mu’az bin al-Asyrash. Beliau kemudian menanyakan bagaimana cara
mencapai kedudukan Wali Abdal. Ia menjawab dengan lapar, tidak tidur
dimalam hari, banyak diam dan mengasingkan diri dari keramaian.
Wali Nuqoba’
Jumlah
mereka sebanyak 12 orang dalam setiap masa. Allah memahamkan mereka
tentang hukum syariat. Dengan demikian mereka akan segera menyadari
terhadap semua tipuan hawa nafsu dan iblis. Jika Wali Nuqoba’ melihat
bekas telapak kaki seseorang diatas tanah, mereka mengetahui apakah
jejak orang alim atau bodoh, orang baik atau tidak.
Wali Nujaba’
Jumlahnya mereka sebanyak 8 orang dalam setiap masa.
Wali Hawariyyun
Berasal
dari kata hawari, yang berarti pembela. Ia adalah orang yang membela
agama Allah, baik dengan argumen maupun senjata. Pada zaman nabi
Muhammad sebagai Hawari adalah Zubair bin Awam. Allah menganugerahkan
kepada Wali Hawariyyun ilmu pengetahuan, keberanian dan ketekunan dalam
beribadah.
Wali Rajabiyyun
Dinamakan
demikian, karena karomahnya muncul selalu dalam bulan Rajab. Jumlah
mereka sebanyak 40 orang. Terdapat di berbagai negara dan antara mereka
saling mengenal. Wali Rajabiyyun dapat mengetahui batin seseorang. Wali
ini setiap awal bulan Rajab, badannya terasa berat bagaikan terhimpit
langit. Mereka berbaring diatas ranjang dengan tubuh kaku tak bergerak.
Bahkan, akan terlihat kedua pelupuk matanya tidak berkedip hingga sore
hari. Keesokan harinya perasaan seperti itu baru berkurang. Pada hari
ketiga, mereka menyaksikan peristiwa ghaib.
Berbagai rahasia
kebesaran Allah tersingkap, padahal mereka masih tetap berbaring diatas
ranjang. Keadaan Wali Rajabiyyun tetap demikian, sesudah 3 hari baru
bisa berbicara.
Apabila bulan Rajab berakhir, bagaikan terlepas
dari ikatan lalu bangun. Ia akan kembali ke posisinya semula. Jika
mereka seorang pedagang, maka akan kembali ke pekerjaannya sehari-hari
sebagai pedagang.
Wali Khatam
Khatam
berarti penutup. Jumlahnya hanya seorang dalam setiap masa. Wali Khatam
bertugas menguasai dan mengurus wilayah kekuasaan ummat nabi
Muhammd,saw.
Rabu, 29 Oktober 2014
Amalan di Hari Jumat yang Bikin Semangat
♥ " Inilah Amalan di Hari Jumat yang Bikin Semangat "♥
♥ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ♥
Alhamdulillah wa sholaatu wa salaamu ‘ala
Rosulillah wa ‘ala aalihi wa shohbihi ajma’in...Amma Ba'du .
Pada hari Jumat yang berkah ini kita akan
menggali amalan-amalan apa sajakah yang bisa kita lakukan di hari Jumat.
Hari Jumat adalah hari yang mulia, dan kaum muslimin di seluruh penjuru
dunia memuliakannya. Keutamaan yang besar tersebut menuntut umat Islam untuk mempelajari petunjuk Rasulullah dan sahabatnya, bagaimana seharusnya msenyambut hari tersebut agar amal kita tidak sia-sia dan mendapatkan pahala dari Allah ta’ala.
Sangat disayangkan, pada hari Jumat biasanya di masyarakat kita beredar
amalan-amalan yang bukan sunnah, dan justru akhirnya menutup keberadaan amalan sunnah di hari Jumat tersebut.
Berikut ini beberapa adab yang harus diperhatikan bagi setiap muslim yang ingin menghidupkan syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jumat.Mari kita simak secara ringan dan sederhana sebagai berikut :
Pertama : Mandi, Memakai wangi-wangian dan Pakaian yang Terbaik :
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
"Siapa yang mandi pada hari jum'at dan memakai pakaian terbaik yang dimiliki, memakai harum-haruman jika ada, kemudian pergi jum'at dan di sana tidak melangkahi bahu manusia lalu ia mengerjakan sholat sunnah, kemudia ketika imam datang ia diam sampai selesai sholat jum'at maka perbuatannya itu akan menghapuskan dosanya antara jum'at itu dan jum'at sebelumnya." (HR. Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
Jumat adalah hari raya setiap muslim karena itu sangat wajar jika
menyiapkan penampilan dan fisik untuk menyambut dan menghias kemuliannya. Adalah Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam : yang mempraktekkan sendiri bagaimana beliau mempunyai pakaian khusus spesial di hari Jumat, dan memerintahkan para sahabat untuk juga melakukannya. Tentang mandi dan wangi-wangian, selain sebagai syiar hari raya, juga untuk menambah kekhusyukan dalam melakukan rangkaian ibadah sholat Jumat. Kita akan bisa membedakan dengan mudah, mana yang datang ke masjid dengan penuh kegembiraan dan persiapan, dan mana yang datang dengan setumpuk kelelahan.
Kedua : Memotong Kuku dan Mencukur Kumis
"Adalah Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :"Memotong kuku dan mencukur kumis
pada hari jum'at sebelum beliau pergi sholat jum'at.(HR. Al-Baihaqi dan At-Thabrani).
Sebagai tambahan kesempurnaan dalam menyambut hari raya pekanan Jumat yang mulia, hendaknya juga kita membersihkan diri kita, dan menjalankan sunnah fitrah : diantaranya adalah memotong kuku dan mencukur kumis, khususnya sebelum pergi sholat Jumat, sebagaimana disebutkan dalam riwayat di atas.
Ketiga : Membaca Surat Al-Kahfi :
Di masyarakat kita hari Jumat terkadang identik dengan pembacaan yasin.
Hal ini sudah berlangsung sejak lama dan diyakini sebagai salah satu amalan utama di hari Jumat. Sesungguhnya riwayat pembacaan surat tertentu di hari atau malam Jumat memang beragam, namun salah satu yang paling kuat justru tidak menyebutkan surat Yasin, namun surat Al Kahfi, sebagaimana riwayat dari Abu saied bahwa "
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :“Barangsiapa membaca surat al-kahfi pada hari jum’at,
maka cahaya akan menyinarinya diantara dua jum’at”. (H.R al-Hakim hadits shahih).
Semoga Allah memudahkan kita menghidupkan sunnah Rasul-Nya.
Keempat : Memperbanyak Sholawat Atas Nabi
Bentuk kecintaan kita kepada Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam :
yang paling sederhana adalah mengucapkan doa dan mengingatnya dalam
lisan dan ucapan kita. Inilah doa sholawat yang memiliki keutamaan tersendiri, khususnya pada hari Jumat.
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“ Maka perbanyaklah (sholawat) kepadaku pada hari (jum’at) ini, sesungguhnya sholawat kalian akan ditampakkan kepadaku” (H.R Abu Daud no.1047 hadits shahih).
Kelima : Bersegera Menuju Masjid.
Sebuah hadits yang sering kita kenang saat kecil tentang keutamaan mereka
yang bersegera menuju masjid untuk menjalankan ibadah sholat Jumat,
Dari Abu hurairoh berkata:
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“Pada hari jum’at disetiap pintu mesjid ada beberapa malaikat yang mencatat
satu persatu orang yang hadir sholat jum’at sesuai dengan kualitas kedudukannya, Apabila imam datang/ naik mimbar maka para malaikat itu menutup lembaran catatan tersebut lalu meraka bersiap-siap mendengarkan khutbah, perumpamaan orang yang datang lebih awal seperti orang yang berqurban seekor unta gemuk, orang yang datang berikutnya seperti orang yang berqurban sapi, dan orang datang berikutnya seperti orang yang berqurban kambing, dan orang yang datang berikutnya seperti orang yang bersedeqah ayam, dan orang yang datang berikutnya (kelompok akhir) seperti orang yang bersedekah sebutir telur.” (H.R Bukhori no:929 Muslim no:850)
Maka di dalamnya ada anjuran dan keutamaan datang lebih awal,
agar bisa mengkondisikan hati dan ruhiyah dalam menerima nasihat dan pelaksanaan ibadah sholat Jumat.
Keenam : Sholat Sunnah Ketika Menunggu Imam atau Khatib ( sebelum Khotib naik mimbar )
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :
“Barang siapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai jum’at ini sampai jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
Ketujuh. Sholat Sunnah Setelah Sholat Jumat
Rasulullah Sallallahu 'alaihi Wasallam bersabda :“Apabila kalian telah selesai mengerjakan sholat Jumat, maka sholatlah empat rakaat.” Amr menambahkan dalam riwayatnya dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail berkata,“Apabila engkau tergesa-gesa karena sesuatu, maka sholatlah dua rakaat di masjid dan dua rakaat apabila engkau pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)
Inilah kumpulan amal di hari Jumat yang bikin semangat. Mungkin masih ada riwayat lain yang juga menyebutkan amalan lainnya,seperti bersedekah di hari Jumat, bahkan juga 'membahagiakan' istri di hari Jumat. Semuanya mempunyai keutamaan tersendiri sebagaimana ditemukan dalam banyak Riwayat...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ NOTE ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫
" Sholatnya Wanita Pada Hari Jum’at "
Shalat Jum’at tidak diwajibkan bagi kaum wanita, akan tetapi jika seorang
wanita melaksanakan shalat Jum’at bersama imam shalat Jum’at maka shalatnya sah, namun jika ia melaksanakan shalat seorang diri di rumah maka ia harus melaksanakan shalat Zhuhur sebanyak empat rakaat, shalat Zhuhur itu dilaksanakan setelah masuknya waktu shalat atau setelah matahari condong ke barat, dan tidak boleh bagi seorang wanita untuk melaksanakan shalat Jum’at seorang diri.[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta VII/212, fatwa nomor 4148]
Semoga kita mampu mengoptimalkan hari Jumat ini dengan penuh semangat...
♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ hamba ﷲ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫
(¯`v´¯) ♥ Aamiin ya Robbal 'alamiin ♥ (¯`v´¯)
`·.¸.·`(´'`v´'`)♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`·.¸.·`
...♥♥..♥`•.¸.•´(¯`v´¯)(¯`v´¯)`•.¸.•´♥..♥♥..
*´¨`*•.¸¸.• JUM'AT MUBARROK •.¸¸.•*´¨`*•.
♥•*¨*••*¨*•♫♥♥♥•* Thufail Na'im Ar'Syahid *•♥♥♥♫•*¨*•*¨*•♥
Silahkan Kunjungi Juga Blog kami "BDMCS " Bidadari Dunia Mencari Cinta Sejati-Nya .
http://abu-azvhirandha.blogspot.com/2011/07/inilah-amalan-di-hari-jumat-yang-bikin.html
Ilmu Hikmah aura insani
http://ilmu-aurainsani.blogspot.com/2012/05/hizib-doa-nabi-sulaiman.htmlhttp://ilmu-aurainsani.blogspot.com/2012/05/hizib-doa-nabi-sulaiman.html
Langganan:
Postingan (Atom)